fbpx
Stay connected
Pastor Tan Seow How (Pastor How)   
Pastor Cecilia Chan (Pastor Lia)   
Heart of God Church (Singapore)   
Stay connected
Pastor Tan Seow How (Pastor How)
Pastor Cecilia Chan (Pastor Lia)
Heart of God Church (Singapore)

English | 繁體中文 | 简体中文 | Bahasa Indonesia

Artikel ini diterbitkan di Outreach Magazine (24 Juli 2020).

Panjang bacaan: 5-menit

Mengoptimalkan Ibadah Online Tanpa Mengkanibal Ibadah Tatap Muka

Saya terus mendengar orang berkata, “Kapan hal ini kembali normal..
Guys, kapal telah berlayar.
Bahkan saat kondisi kembali normal, semua tidak akan sama lagi.
Ini disebut “new normal” atau normal yang baru.

Gereja yang dulu kita kenal telah berakhir.
Debat tentang gereja online telah berakhir. Online menang.
Berhentilah mencoba memasukan jin online kembali ke botol.
Sebaliknya, gunakan tiga permintaanmu dengan bijak.

Siap?

Permintaan #1 : Aku berharap gerejaku kuat dalam kedua hal, baik ibadah online maupun tatap muka.

Ya DUA-DUANYA!
Gereja online telah bergerak dari sampingan ke garis depan.
Sekarang kamu harus membangun DUA garis depan.

Sifat alami konsumsi konten telah berubah dari tatap muka menjadi online.
Jemaat setiamu telah terekspos kepada gereja online.
Pelanggan setiamu yang selama ini bertatap muka telah diperkenalkan kepada layanan pesanan dan pengantaran secara online.
Mereka kini telah merasakan madunya dan mereka suka.

Meskipun jemaat tradisional ibadah tatap muka biasanya lebih setia dengan gereja “rumah” mereka, sedangkan penonton online berkarakter poligami (menonton beberapa tayangan ibadah gereja yang berbeda – beda).
Jika kamu tidak memberi pilihan online, mereka akan minum dari sumur yang lain.

Mereka yang tidak bergereja juga telah mengambil setengah langkah terhadap gereja dan kekristenan seperti itu.
Kamu tidak bisa memutus kebiasaan mereka itu setelah krisis coronavirus.
Sekalipun kita ingin semua kembali normal, kita tidak mau mereka yang sedang mencari untuk kembali normal. Mereka secara harfiah sangat dekat (secara digital) namun sangat jauh (secara fisik).

Jika kamu belum melakukannya…
Mulai rencanakan untuk secara permanen memperkerjakan atau menempatkan staf/sukarelawan untuk gereja/bisnis online.
Mulai alokasikan anggaran dan sumber daya untuk gereja/bisnis online.
Ubah pemikiran kita secara permanen – kita tidak punya ibadah utama dan ditambah dengan departemen online. 
Tidak.
Kita memiliki dua ibadah utama atau dua jemaat – yang hadir di gereja dan online.
Kita punya dua toko – fisik dan digital.

Hendro (kiri) adalah salah satu anggota terbaru dari pelayanan IT kami yang terus berkembang. Dia bergabung pada waktu yang sangat seru! Simak ceritanya.

Permintaan #2 : Aku berharap ibadah tatap muka di gerejaku menawarkan sesuatu yang unik yang tidak bisa di dapat secara online.

Dari apa yang saya dengar, kekhawatiran terbesar saat membuat ibadah online dan tatap muka secara bersamaan adalah:
“Kami akan kehilangan kehadiran jemaat secara fisik.”
“Orang Kristen akan malas dan kehilangan kebiasaan untuk menghadiri kebaktian gereja.”
“Kita tidak boleh menurunkan standar komitmen gereja.”
“Kami tidak ingin memupuk konsumeritas Kristen dengan membuatnya lebih nyaman.”

Semua itu kekhawatiran yang sangat nyata.
Percayalah, hal itu juga melintas di pikiransaya.
Saya telah mencoba memecahkan teka-teki ini sejak lama.

Begini cara saya melihatnya.

  • Gereja online tersedia untuk yang belum bergereja dan non-Kristen. Ini terutama untuk penginjilan dan integrasi. Hal itu dirancang untuk menjangkau orang-orang yang tidak pergi ke gereja.
  • Gereja online hanyalah pengenalan tentang gereja dan kekristenan.
  • Gereja online hanyalah sebuah pembuka bagi orang-orang untuk melihat seperti apa gerejamu.
  • Gereja online adalah alat bagi orang Kristen untuk mengundang keluarga dan teman-teman mereka ke gereja — walaupun online. Ini adalah komitmen yang lebih rendah, setengah langkah yang tidak mengintimidasi.
  • Gereja online harus memiliki peta jalan yang mengarahkan (hampir mendorong) para pencari yang berminat menuju gereja tatap muka.
  • Gereja online bukanlah pengganti bagi orang Kristen yang sudah pergi ke gereja.
  • Gereja online adalah untuk mereka yang secara fisik tidak dapat pergi ke gerejamu karena jarak, perjalanan atau sakit, dll.

Tetapi bagaimana kita bisa secara praktis mendidik orang Kristen tentang tujuan mendasar dari gereja online ini? Kami mungkin tidak dapat mengendalikan anggota kami untuk tidak menonton online dan memaksa mereka untuk datang ibadah secara tatap muka.

Inilah yang perlu kamu pikirkan: apa yang membuat orang ingin datang ke kebaktian gereja secara langsung?
Bagaimana kamu mencegah ibadah onlinemu mengkanibal ibadah secara tatap muka?
Bagian mana dari kehidupan gereja yang TIDAK mereka bisa dapatkan online?
Apa yang tidak bisa diunduh?

Saya bisa memikirkan beberapa …

  • Persahabatan
  • Suasana kebersamaan
  • Pelayanan tatap muka
  • Jamahan Roh Kudus
  • Sekolah minggu untuk anak-anak
  • Pelayanan pemuda
  • Keterlibatan jemaat dalam pelayanan
  • Makna kehidupan
  • Kebangkitan
  • Rasa saling memiliki
  • Kehangatan, suasana ramai, atmosfir and energi
  • Pemuridan… di kehidupan nyata, waktu nyata, pengamatan secara langsung
  • Dan masih banyak lagi… 

Elemen yang Tidak Dapat Diunduh
(Klik panah untuk melihat lebih banyak)

Tim saya telah bereksperimen dan mencoba menyelesaikan masalah ini di Heart of God Church sejak lama.
Inilah bagaimana kamu bisa membedakan ibadah online dan tatap muka.
Ini seperti membuat dua jenis konten untuk dua penonton. Intinya, hampir seperti membangun dua gereja. (Lihat permintaan #1)

Itulah mengapa penting membangun Gereja yang Kuat, seperti model gereja dimana HOGC dibangun. Di HOGC Experience (HOGCx), yang merupakan pelatihan intensif pendeta tahunan kami, kami mengajarkan 5 Pilar Gereja Yang Kuat, semuanya tidak bisa diunduh.

5 Pilar Gereja Yang Kuat
(Klik gambar untuk memperbesar)

Inilah kesalahan umum yang terjadi.

  • Jika ibadah onlinemu cuma rekaman identikal ibadah tatap muka, maka itu menjadi pengganti ibadah saja. Akibatnya, orang akan memilih tinggal dan menonton di rumah.
  • Jika gerejamu dibangun hanya berdasarkan untuk pengajaran/khotbah dari kefasihan seorang “hamba Tuhan yang berbakat”, maka coba tebak? Semua konten kotbah bisa diunduh. Akibatnya, orang akan memilih online untuk mendapatkan masukan mingguan dari pengkotbah favorit mereka.

Kabar baik dan buruk.
Kabar buruknya, jika gereja dibangun di atas dasar konten ‘pewahyuan’ atau penampilan dari pendeta yang berkotbah, mereka mungkin mampu menarik follower online yang besar tetapi mereka tidak menawarkan sesuatu yang unik yang menarik orang untuk datang.
Kabar baiknya, jika gerejamu dibangun di atas dasar elemen yang tidak bisa diunduh (seperti contoh di atas), maka tekanan diambil dari tampilan panggung/kamera dan dibagikan diantara departemen yang lain.

Untuk menghindari pelayanan online mengkanibalisasi pelayanan tatap muka, maka ibadah tatap muka harus menawarkan elemen yang tidak bisa diunduh.
Apa yang membuat orang keluar rumah, mempersiapkan anak-anaknya, dan pergi ke gedungmu adalah _______________?
Temukan jawabannya dan mereka pasti akan datang.

Jadi apakah gereja tatap muka dan gereja online sama-sama bertumbuh tergantung pada bagaimana kamu membangun keduanya.
Gereja yang siap menghadapi masa depan adalah mereka yang dapat dengan jelas membedakan tujuan, khalayak, konten dan elemen untuk kedua platform.
Gereja-gereja yang siap menghadapi masa depan membangun ibadah tatap muka dengan berfokus pada elemen-elemen yang tidak dapat diunduh DAN membangun layanan online dengan berfokus pada yang belum bergereja, menggoda mereka dan meninggalkan jejak remah roti yang mengarahkan ke gereja fisik.
Masa depan adalah milik gereja-gereja yang dapat melakukan KEDUANYA secara online dan ibadah tatap muka.

KEDUANYA!!!
Saya tidak akan melakukan inovasi untukmu, tetapi alur pemikiran ini harus kamu mulai …
Renungkan tentang sepak bola, NBA, atau acara olahraga seperti Super Bowl.
Mereka disiarkan langsung ke setiap rumah, namun orang-orang masih pergi ke stadion.
Beberapa pemegang tiket musiman pergi secara setia, yang lain menjadikannya seperti ziarah sekali seumur hidup.
Mengapa?

Para eksekutif olahraga telah menemukan cara untuk mendapatkan KEDUANYA, stadion yang padat dan penggemar siaran /online.
Keduanya tidak mengkanibalisasikan satu sama lain. Bahkan, mereka saling memberi makan.
Bagaimana?
Jika kamu dapat memecahkan teka-teki ini, kamu akan membangun gereja yang kuat untuk beberapa generasi.

Dalam film “Field of Dreams,” Kevin Costner terus menerus mendengar suara yang berkata: “Jika kamu membangunnya, mereka akan datang.”
Suara lain berkata kepada kita hari ini: “Jika kita membangunnya (secara fisik dan digital), mereka akan datang.”

Permintaan terakhir?

Permintaan #3: Aku memohon agar timku dan aku memiliki komitmen, hikmat, energi, kegigihan dan kesabaran untuk membuat KEDUA permintaan #1 dan #2 menjadi nyata.

Tim Staf HOGC. Bersama-sama, kita akan mewujudkan keinginan #1 dan #2!


Heart of God Church di Outreach Magazine

Baca artikel ini oleh Outreach Magazine (Publikasi terkemuka di AS) untuk melihat sekilas sejarah kami.


You Might Also Like

0 Comments

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *